PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak cara yang dilakukan setiap korporasi, terutama yang berpredikat public service dan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna melayani serta mengakomodir beragam kebutuhan masyarakat, di antaranya transportasi.
Berkenaan dengan hal itu, korporasi Merah Putih sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) terus dan senantiasa berinovasi guna agar pola pelayanannya semakin sempurna, prima, dan optimal.
Satu di antara inovasi tersebut yakni memberlakukan penutupan proses boarding yang lebih cepat daripada sebelumnya, yaitu menjadi 5 menit sebelum keberangkatan seluruh jadwal perjalanan kereta
“Di Wilayah 2 Bandung, Penerapan proses boarding yang lebih cepat itu berlaku pada tiga stasiun. Yakni, Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Penerapan dan pemberlakuan penutupan proses boarding yang lebih cepat tersebut, jelas Kus, sapaan akrabnya, bukan tanpa alasan.
Antara lain, jelas dia, adanya perubahan alur pelayanan pada tiga stasiun tersebut, yakni seluruh penumpang yang menuju Peron dari ruang tunggu, wajib melalui The Skybridge.
Pertimbangan lainya, dalih dia, demi keamanan dan keselamatan perjalanan. “Ini, secara tidak langsung, berkaitan dengan waktu tempuh perjalanan,” tutur pria yang pernah berposisi sebagai Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tersebut.
Selain itu, sambung dia, penggunaan The Skybridge juga demi keselamatan seluruh penumpang.
Melalui The Skybridge, sahut Kus, para penumpang tidak lagi habis melintasi jalur kereta untuk memasuki rangkaian fasilitas transportasi publik terfavorit itu
Karenanya, mantan Manager Humas PT KAI Persero Daop 7 Madiun itu mengimbau dan menyarankan seluruh penumpang agar tiba lebih awal pada stasiun yang menjadi titik keberangkatannya, baik Stasiun Bandung, Kiaracondong, maupun Cimahi.
Meski berkali-kali mengingatkan dan mengimbau, tutur Kus, masih ada sejumlah penumpang yang kurang memperhatikan imbauannya.
Buktinya, beber mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu, pada 11-20 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, sebanyak 10 penumpang batal melakukan perjalanan karena tertinggal kereta.
Ke-10 penumpang tersebut , kata Kus, terlambat tiba di stasiun, yakni setelah proses boarding ditutup. Stasiunnya yaitu Bandung dan Kiaracondong.
Dia berpendapat, terlambatnya 10 penumpang tiba di Stasiun Bandung dan Kiaracondong itu menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
“Jadi, kami kembali mengimbau sekaligus mengingatkan para calon penumpang agar tiba lebih awal di stasiun, terutama, Bandung , Kiaracondong, dan Cimahi karena penutupan proses boarding lebih cepat, yaitu 5 menit sebelum keberangkatan,” papar Kus. (win/*)














