PENTAS.TV – BANDUNG, Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Masa Angkutan Idul Fitri 2026, prediksi yang menyatakan bahwa volume penumpang kereta, khususnya, Commuter Line di Wilayah 2 Bandung melampaui momen sama 2025, benar-benar terbukti.

Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI), menginformasikan, pada 11-22 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, secara tahunan, volume penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung bertambah 6 persen.

Selama periode tersebut, ungkap Karina Amanda, hingga pukul 14.00 WIB, pihaknya volume penumpang yang pihaknya layani dan akomodir berjumlah 664.537 orang.

“Khusus 22 Maret 2026, jumlahnya sebanyak 63.207 orang, lebih masif daripada 21 Maret 2026, yakni sebanyak 58.532 orang.

Kondisi tersebut, lanjutnya, karena profil para penumpang pada Masa Angkutan Idul Fitri 2026 berbeda dengan kondisi normal.

Selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026, ujar dia, mayoritas penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung adalah rombongan keluarga.

Pada periode itu, ada beberapa stasiun utama di Wilayah 2 Bandung yang menjadi sentra mobilitas dan titik tersibuk melayani penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan.Yakni, sebutnya, Stasiun Bandung, Cikarang, Cicalengka, dan Padalarang.

Pada 11-22 Maret 2026, penumpang yang tumplek di Stasiun Bandung berjumlah 128.280 orang. Hal itu menjadikan stasiun yang berada di pusat Kota Kembang tersebut menjadi yang tersibuk.

Stasiun paling sibuk selanjutnya adalah Cikarang. Di titik ini, kata Karina Amanda, selama 11-22 Maret 2026, pihaknya melayani kebutuhan transportasi sebanyak 108.544 orang penumpang.

“Lalu, Stasiun Cicalengka dan Rancaekek. Pada dua titik tersebut, volume penumpang yang kami layani masing-masing berjumlah 83.589 orang dan 68.670 orang,” papar dia.

Sedangkan Stasiun Padalarang, sambung wanita berambut pendek ini, pada 11-22 Maret 2026, melayani sebanyak 58.786 orang penumpang.

Karina Amanda berpendapat, ada beberapa faktor yang menjadikan kelima stasiun itu sebagai sentra mobilitas dan titik pelayanan penumpang tersibuk selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026. Antara lain, jelas dia, lancarnya pola pelayanan pada stasiun-stasiun integrasi

Stasiun Padalarang, ucap dia, satu contohnya. Stasiun ini termasuk yang tersibuk melayani penumpang karena terintegrasi dengan Whoosh alias Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)

Kemudian, Stasiun Bandung, imbuh dia, merupakan titik utama yang mengoneksikan jalur atau rute Commuter Line dengan kereta jarak jauh, dan beberapa moda transportasi darat lainnya. (win/*)