PENTAS.TV – BANDUNG, Selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026, beragam aktivitas, termasuk mobilitas masyarakat lebih ramai daripada hari-hari biasa.

Satu buktinya, pada 11-27 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, yang bergulir 11 Maret-1 April 2026, stasiun yang berlokasi di Jabar Selatan ini lebih riuh daripada biasanya, yakni Stasiun Garut.

Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, secara rata-rata, pada hari-hari biasa, pihaknya melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi bagi sebanyak 1.337 orang penumpang per hari, baik kereta jarak jauh maupun Commuter Line. “Mereka menjadikan Stasiun Garut sebagai titik keberangkatan,” tandasnya.

Terdiri atas, jelas Kus, sapaan akrabnya, setiap harinya, rata-rata menjadi pilihan keberangkatan 590 orang penumpang kereta jarak jauh.

Sebanyak 747 orang per hari lainnya, lanjut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu, merupakan penumpang Commuter Line.

Sedangkan pada 11-27 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, volume penumpang yang terlayani Stasiun Garut tersebut, kata Kus, bertambah 48 persen.

Namun, pada periode Angkutan Lebaran 2026 data sampai dengan Jumat (27/3), terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 48% dari hari biasanya di Stasiun Garut, atau berjumlah 1.976 orang per hari.

Mayoritas, tuturnya, adalah penumpang Commuter Line. Jumlahnya, sebut mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tersebut, yakni 1.272 orang per hari.

“Sebanyak 704 orang lainnya, adalah para penumpang kereta jarak jauh,” sahut dia.

Kus mengklaim, seiring dengan membludaknya volume penumpang di Stasiun Garut pada 11-27 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini tersebut, semakin menasbihkan status kereta sebagai moda transportasi publik terfavorit dan primadona masyarakat. (win/*)