PENTAS.TV – BANDUNG, Beberapa waktu lalu, berdalih efisiensi, pasa Idul Fitri 2026, pemerintah menerbitkan kebijakan bagi para pekerja dan karyawan, termasuk yang masih dalam perjalanan mudik, berupa Work From Anywhere (WFA).

Tentu saja, kebijakan itu dimanfaatkan masyarakat, khususnya, para pemudik, untuk kembali ke daerahnya masing-masing setelah merayakan Idul Fitri 2026 bersama seluruh kerabatnya di kampung halamannya.

Secara tidak langsung, ternyata, kebijakan WFA cukup berpengaruh pada pergerakan dan mobilitas masyarakat, khususnya, para penumpang kereta.

Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengatakan, secara umum, volume penumpang pada arus balik Idul Fitri tahun ini relatif merata.

Indikatornya, kata Kus, sapaan akrabnya, yakni jumlah penumpang yang tiba di titik-titik kedatangan wilayah kerjanya.

“Pada 22-28 Maret 2026, volume penumpang, khususnya arus balik Idul Fitri tahun ini, atau yang tiba di wilayah kerja kami, rata-rata sebanyak 25.132 orang per hari,” tandas mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu.

Selama periode 22-28 Maret 2026, jelasnya, volume penumpang termasif yang tiba di wilayah kerjanya terjadi pada H2 Idul Fitri atau 22 Maret 2026. Kala itu, ujar dia, jumlahnya 27.244 orang penumpang.

Mantan Manager Humas PT KAI Persero Daop 7 Madiun ini, berpendapat, ada hal yang turut menjadi faktor masifnya volume penumpang selama periode arus balik Idul Fitri 2026 tersebut, yakni kebijakan WFA

Kebijakan WFA tersebut, sahutnya, memungkinkan masyarakat untuk kembali ke domisilinya masing-masing secara tergesa-gesa.

“Tentu saja, adanya WFA, membuat para pemudik tidak kembali ke domisilinya masing-masing secara bersamaan. Ini membuat para penumpang lebih fleksibel menentukan jadwal perjalanannya,” papar Kus.

Selain itu, imbuh dia, penerapan dan pemberlakuan program stimulus pemerintah, berupa diskon tarif 30 persen bagi kereta jarak jauh komersial kelas ekonomi, juga berdampak pada pola perjalanan masyarakat.

Berdasarkan data, ungkap dia, hingga r28 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, pogram diskon tarif 30 persen dimanfaatkan oleh sebanyak 83.924 orang penumpang.

Demi mempermudah perjalanan para penumpang, beber Kus, pihaknya juga menggelar genda sejenis. Yaitu, tutur dia, Program Silaturahmi.

Dia menjelaskan, program ini, berupa diskon tarif 20 persen yang berlaku pada keberangkatan sejumlah kereta jarak jauh, antara lain, Argo Wilis, Turangga, Malabar, Mutiara Selatan, Lodaya, Harina, Ciremai, dan kereta tambahan relasi Bandung-Solobalapan.

“Bagi yang ingin memanfaatkan Program Silaturahmi, program ini berlaku pada 25 Maret-1 April 2026,” tambah Kus

Pemesanannya, sahut dia, melalui aplikasi Access by KAI, dan seluruh channel dan jaringan outlet yang bekerja sama dengan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api Perumka ini. (win/*)