Pentas.TV- Bandung, Industri kopi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat dan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. Tren coffee shop yang menjamur di berbagai kota membuat profesi barista kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Bahkan, peluang karier di dunia kopi disebut semakin menjanjikan, mulai dari bekerja di kafe modern hingga membuka usaha sendiri.
Melihat perkembangan tersebut, LPT Panghegar terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing di industri kopi dan hospitality. Salah satunya melalui program pelatihan barista intensif yang digelar selama enam hari dengan materi praktik dan teori secara langsung.
Instruktur pelatihan, Andika Maulana Prayoga mengatakan, peserta tidak hanya diajarkan cara membuat kopi, tetapi juga dibekali pemahaman menyeluruh tentang industri kopi modern, yang dinilai bukan hanya teknik membuat kopi, tetapi juga product knowledge, pelayanan kepada customer, hingga workflow seorang barista professional. ujarnya.
Dalam evaluasi akhir pelatihan, peserta diuji mengenai perbedaan kopi arabika dan robusta, teknik manual brew, espresso based, hingga mixology coffee yang kini menjadi tren di berbagai coffee shop kekinian.
Materi pelatihan juga mencakup sejarah kopi di Indonesia, anatomi biji kopi, karakteristik rasa, hingga standar pelayanan pelanggan di industri hospitality. Dengan sistem kelas terbatas yang hanya diikuti lima peserta, proses pembelajaran dinilai lebih efektif dan fokus.
Program pelatihan barista di LPT Panghegar sendiri telah berjalan cukup lama dan menghasilkan ratusan lulusan. Menariknya, puluhan alumni kini telah bekerja di berbagai sektor industri kopi, hotel, hingga restoran ternama. Bahkan, sebagian di antaranya berhasil menembus pasar kerja luar negeri.
Andika menyatakan sudah ratusan peserta yang lulus dari kelas barista LPT Panghegar. Puluhan orang sudah bekerja dan ada juga yang bekerja di luar negeri,” katanya.
Fenomena meningkatnya kebutuhan tenaga barista profesional sejalan dengan berkembangnya bisnis kopi di Indonesia. Tidak sedikit anak muda yang kini mulai tertarik mendalami dunia kopi karena dinilai memiliki prospek usaha yang besar.
Selain diarahkan menjadi tenaga kerja profesional, peserta pelatihan juga didorong agar mampu menjadi entrepreneur di bidang kopi. Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap budaya ngopi, peluang membuka usaha coffee shop dinilai masih sangat terbuka lebar.
Andika berharap peserta tidak hanya bekerja, tetapi juga bisa membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.
Perkembangan industri kopi yang sangat cepat membuat para calon barista diminta terus belajar mengikuti tren. Kreativitas dalam penyajian minuman kopi, pelayanan pelanggan, hingga pemanfaatan media sosial kini menjadi nilai tambah penting untuk bersaing di industri tersebut.(Aan/*)

