Penta.TV-Bandung, Komunitas Bandung Heritage mempertanyakan fungsi dan urgensi proyek penataan di kawasan Gedung Sate yang menelan biaya hingga Rp15,8 miliar.
Kritik ini muncul seiring kekhawatiran bahwa penataan kawasan tidak sepenuhnya mempertimbangkan nilai historis dan karakter arsitektur kawasan cagar budaya tersebut. Bandung Heritage menilai, setiap intervensi di area Gedung Sate seharusnya mengedepankan prinsip pelestarian, bukan sekadar estetika atau kepentingan jangka pendek.
Perwakilan komunitas menyampaikan bahwa hingga kini belum terlihat secara jelas manfaat konkret dari proyek tersebut bagi publik, terutama dalam aspek edukasi sejarah maupun peningkatan kualitas ruang publik yang sensitif terhadap warisan budaya. Mereka juga mempertanyakan transparansi perencanaan serta kajian yang mendasari proyek dengan anggaran besar tersebut.
“Gedung Sate bukan sekadar ikon, tapi juga bagian penting dari sejarah kota. Penataan apa pun harus memiliki dasar yang kuat dan tidak mengaburkan nilai aslinya,” ujar salah satu anggota komunitas.
Selain itu, Bandung Heritage mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk pegiat sejarah, arsitek konservasi, dan masyarakat umum. Hal ini dinilai penting agar kebijakan penataan kawasan bersejarah tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.(GIH/*)

