PENTAS.TV – BANDUNG, Seiring dengan bergulirnya agenda global yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan, Net Zero Emissions (NZE), pemerintah bersama seluruh lembaganya, termasuk korporasi-korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berusaha keras mengakselerasinya sehingga tercapai pada 2060.
Buktinya, tidak sedikit korporasi Merah Putih yang menerapkan pemanfaatan energi yang lebih go green. Satu di antaranya adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Dalam keterangannya, Anne Purba, Vice President Public Relations & Corporate Communication PT KAI (Persero), mengklaim bahwa sejak cukup lama, pihaknya menerapkan pemanfaatan green & clean energy dalam operasional perjalanan kereta.
Caranya, ungkap Anne Purba, yakni memanfaatkan dan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar B-40. Bahkan, tegasnya, pihaknya bersiap untuk mengunakan biosolar jenis B-50.
“Penggunaan biosolar B-40 itu pada seluruh armada lokomotif,” tandas mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini.
Lokomotif-lokomotif itu, kata dia, tidak hanya pada operasional kereta penumpang, tetapi juga kereta barang dan logistik.
Pemanfaatan biosolar B-40, jelasnya, menjadi bukti bahwa korporasi yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini sangat berkomitmen mendukung dan menyukseskan program pemerintah berkenaan dengan pemanfaatan The Newable & Renewable Energy alias Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada sektor transportasi publik.
Pada sisi lain, Anne Purba pun membeberkan volume penumpang dan angkutan atau logistik selama periode Januari-Maret 2026.
Dia mengemukakan, selama tiga bulan perdana 2026, pihaknya melayani kebutuhan transportasi sebanyak 14.515.350 orang penumpang, baik kereta jarak jauh maupun lokal..
Perbandingannya dengan triwulan I 2025, yang berjumlah 12.261.632 orang, volume penumpang selama Januari-Maret 2026 lebih banyak 18,4 persen.
Pada periode yang sama, lanjutnya, pihaknya juga melayani mobilitas logistik, melalui pengangkutan sebanyak 12.075.002 ton baru bara.
Pengangkutan belasan ton batu bara itu kata dia, juga termasuk upaya jajarannya mengakselerasi sekaligus memperkuat pasokan listrik di wilayah Jawa-Bali demi tercapainya kemandirian energi.
Selain batu bara, selama Januari-Maret 2026, tambah Anne Purba, pihaknya pun melayani kebutuhan logistik masyarakat.
Volume logistik yang terakomodir selama triwulan I 2026, sebutnya , yaitu 2.873.440 ton, yang meliputi peti kemas, hasil perkebunan dan pertanian, termasuk produk-produk retail lainnya. (win/*)

