PENTAS.TV – BANDUNG, Setiap korporasi, terlebih yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentunya, berkomitmen kuat untuk senantiasa menorehkan performa dan kinerja apik.
Hal itu ditunjukkan oleh perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Terbukti, selama tiga bulan perdana 2026, performa PT BTN Tbk (Persero) tetap mentereng. Indikatornya, perbankan pelat merah itu membukukan kinerja apik pada lini-lini bisnisnya.
Berkat cemerlangnya kinerja tersebut, pada triwulan I 2026, PT BTN Tbk (Persero) meraup laba bersih bernilai masif.
Yakni, bernominal Rp1,1 triliun. Perbandingannya dengan triwulan I 2025, perolehan laba bersih Januari-Maret 2026 bertambah 22,6 persen.
Kepada media, Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT BTN Tbk (Persero), mengemukakan, ada beberapa aspek yang menjadi penopang perolehan laba bersih.
Antara lain, sebut dia, yakni Net Interest Income (NII) alias Pendapatan Bunga Bersih yang bernominal Rp4,26 triliun, bertambah 13 persen secara tahunan.
Apiknya kinerja pada tiga bulan awal tahun ini, lanjutnya, juga ditopang oleh gacornya penyaluran kredit atau pembiayaan.
“Pada Januari-Maret 2026, kami menyalurkan kredit atau pembiayaan bernilai Rp400,63 triliun. Nominal itu lebih banyak 10,3 persen daripada triwulan I 2025,” tandas Nixon LP Napitupulu.
Penyaluran kredit tersebut, jelas mantan Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini, pihaknya menyalurkan Rp193,55 triliun dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau bersubsidi.
Nilai penyaluran KPR FLPP tersebut, lanjut dia, lebih masif 7,7 persen daripada Januari-Maret 2025.
“Penyaluran lainnya, yaitu KPR non-subsidi. Angkanya, Rp112,56 triliun, bertambah 5,4 persen secara tahunan,” tuturnya.
Tidak hanya penyaluran kredit yang masif, ujarnya, kepercayaan publik kepada jajarannya pun semakin menguat.
Kondisi itu, sambungnya, tercermin pada bertambahnya nominal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Hingga akhir triwulan I 2026, Nixon LP Napitupulu menyatakan, pihaknya mengelola DPK bernilai Rp422,63 triliun, bertambah 9,9 persen secara tahunan.
Komposisi DPK terbanyak, ungkapnya, yakni Current Account-Saving Account (CASA), yang meliputi tabungan dan giro.
Persentasenya, tukas Nixon LP Napitupulu, yakni 50,2 persen atau pada level Rp212,11 triliun, lebih banyak 7,9 persen daripada Januari-Maret 2025.
Tentunya, masifnya nominal penyaluran kredit plus pengelolaan DPK bernilai jumbo itu, menambah kekayaan PT BTN Tbk (Persero) berupa aset.
Seiring dengan berakhirnya periode triwulan I 2026, Nixon LP Napitupulu menginformasikan, pihaknya membukukan aset bernilai Rp517,54 triliun.
Nominal itu, kata dia, lebih masif 10,5 persen daripada periode sama tahun lalu, yang angkanya Rp468,53 triliun.
Aspek selanjutnya, tambah dia, yakni pergerakan positif Cost of Fund. Pada Januari-Maret 2025, rasio Cost of Fund yaitu 4,0 persen. “Nah periode sama 2026, rasionya (Cost of Fund) lebih efisien, yaitu 3,0 persen,” sahut dia.
Dia berpendapat, pencapaian positif selama triwulan pertama 2026;tersebut sebagai cerminan, bahwa pihaknya berhasil mengimplementasikan proses transformasi.
Di antaranya, kata dia, pengembangan, pemanfaatan, dan penggunaan teknologi digital sehingga pola pelayanan dan kinerja menjadi lebih efisien dan efektif.
Berkenaan dengan digitalisasi, Nixon LP Napitupulu membeberkan, pada triwulan I 2026, sekitar 4 juta orang menggunakan dan memanfaatkan aplikasi bale by BTN, bertambah 67,5 persen secara tahunan, (win/*)

