PENTAS.TV – BANDUNG, Terbukti bahwa hingga kini, banyak korporasi, terkhusus yang berpredikat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) getol dan senantiasa secara rutin menggulirkan misi sosial. Di antaranya adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero)..
Bukti terbaru, di Wilayah 2 Bandung, selama 2025, korporasi public service tersebut rutin menggulirkan agenda Corporate Social Responsibility (CSR) atau yang kini beristilah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang bernominal jumbo.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengungkapkan, selama 12 bulan tahun lalu, pihaknya menggulirkan dan menyalurkan bantuan dalam agenda TJSL bernilai Rp1,17 miliar.
“Tepatnya, yakni bernominal Rp1.117.116.753. Lokasi penyalurannya di sejumlah titik wilayah kerja,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Yakni, sebut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya.
Agenda TJSL, tuturnya, meliputi berbagai sektor. Antara lain, ujarnya, renovasi sarana ibadah, pembangunan jalan, pendidikan,aktivitas keagamaan, dan program penghijauan.
Misi sosial dan penyaluran bantuan tersebut, tegas Kus, berlanjut pada 2026. Pada Triwulan I 2026, beber dia, pihaknya menyalurkan bantuan yang tentunya, terkemas dalam program TJSL, bernilai Rp232.854.600.
“Titik penyalurannya yakni masyarakat di Kabupaten Garut, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat,” sahut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu.
Fokus penyaluran bantuan TJSL pada tiga bulan perdana 2026, sambung Kus, yakni sektor-sektor yang berdampak instant bagi masyarakat.
Termasuk,tambah mantan Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini, pemerkuatan usaha masyarakat, bantuan bencana alam, dan lainnya.
Terus bergulirnya agenda TJSL secara rutin, kata dia, tidak hanya bentuk kepedulian kepada masyarakat, tetapi juga keseriusan dan komitmen kuat jajarannya turut pro-aktif sebagai penopang program-program pembangunan berkelanjutan, khususnya pada kawasan-kawasan jalur kereta. (win)

