
PENTAS.TV – BANDUNG, Selama beberapa waktu terakhir, beredar rumor bahwa Liquified Petroleum Gas (LPG) atau lebih lazim dalam sebutan elpiji, berukuran 3 kilo gram segera hilang peredarannya.
Tidak tertutup kemungkinan, rumor itu menjadi kenyataan. Indikasinya, pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mempersiapkan energi baru bagi masyarakat, yakni Compressed Natural Gas (CNG) berukuran 3 kilo gram.
Informasinya, CNG berukuran. 3 kilo gram tersebut menjadi opsi atau alternatif untuk menyubstitusi atau mengganti elpiji 3 kilo gram, yang biasa dinamai masyarakat sebagai elpiji melon.
Kementerian ESDM menyatakan, saat ini, lembaga pemerintah bidang energi tersebut membahas teknis pemanfaatan dan pendistribusian CNG ukuran 3 Kilo Gram sekaligus menguji coba komoditas tersebut.
Kementerian yang dipimpin Bahlil Lahadalia ini mengabarkan bahwa beberapa hotel dan restoran menggunakan CNG berukuran 3 kilo gram.
Soal harga, Kementerian ESDM menginformasikan, bahwa CNG 3 kilogram adalah komoditas bersubsidi.
Harganya, kemungkinan setara dengan elpiji 3 kilo gram. Namun, Kementerian ESDM mengklaim bahwa penggunaan CNG lebih efisien daripada elpiji
Sebagai informasi, CNG adalah energi berkatagori bahan bakar yang bersumber pada gas alam, khususnya, yang berkandungan metana (C1).
Dalam proses produksinya, CNG melalui fase pemampatan sehingga bertekanan tinggi. Hal ini agar penyimpanan dan penggunaannya lebih mudah. (win /*)

