
PENTAS.TV – BANDUNG, Agar tercipta stabilitas dan ketahanan pangan yang mumpuni, khususnya komoditas beras, pemerintah menerapkan berbagai strategi.
Di antaranya lebih menggencarkan agenda penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani lokal. Aksi itu dilakukan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
Hasilnya, luar biasa. Secara nasional, saat ini, penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras yang gencar dilakukan Perum Bulog bervolume sangat masif, yaitu melewati 3 juta ton.
Agar pengelolaan hasil penyerapan lebih optimal, pemerintah bersiap membangun 100 gudang penyimpanan beras, yang sepenuhnya, dikelola Perum Bulog, di banyak provinsi, termasuk Jabar
Lalu, bagaimana soal pembangunan 100 gudang di Jabar?
Sesuai pemantauan harga berbagai komoditas pangan di Pasar Astanaanyar Bandung, 7 Juni 2026, Nurman Susilo, Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar, mengungkapkan, pada proyek pembangunan 100 gudang, Jabar segera pun memiliki alokasi.
“Alhamdulillah, alokasi untuk Jabar berkenaan dengan pembangunan 100 gudang, yakni sebanyak 6 gudang baru,” tandas Nurman Susilo.
Lokasi keenam gudang baru tersebut, ujarnya, Padaa sentra-sentra produksi beras. Yakni, sebutnya, Karawang dan Cirebon, masing-masing sebanyak 2 gudang.
Dua gudang lainnya, sambung Nurman Susilo, masing-masing berlokasi di Subang dan Bandung.
Saat ini, ungkapnya, proses pembangunannya masih berlangsung. Harapannya, cetus dia, aktivasi dan operasional keenam gudang baru tersebut terealisasi pada 2027. (win/*)

