PENTAS.TV – BANDUNG, Seiring dengan semakin maraknya model-model kendaraan berbasis elektrifikasi alias Electric Vehicle (EV), kompetisi antar-produsen otomotif pun kian sengit
Hingga akhir 2025, produsen otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation, menempati singgasana pasar mobil dunia. Itu terjadi karena produsen otomotif berlogo The Triple Elips itu terus mengembangkan inovasi produknya melalui varian Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Selama 2025, Toyota Motor Corporation menjual sekitar 11,3 juta unit. Sebanyak 4,4 juta unit atau 42 persen, merupakan model Hybrid .
Namun, sepertinya, Toyota Motor Corporation wajib pasang kuda-kuda. Pasalnya, trio produsen asal China, Changan, Geely Automobile, dan Chery Automobile Company, bersiap merilis model Hybrid.
Melansir Carnewschina, konon, trio asal Negeri Tirai Bambu itu menyiapkan model Hybrid berteknologi dan bersistem canggih.
Penerapan sistem dan teknologi Hybrid terkini yang dikembangkan Changan Automobile, Geely Automobile, dan Chery Automobile Company itu, rumornya, bisa menyaingi teknologi Toyota Hybrid System (THS), yang menjadi andalan Toyota Motor Corporation.
THS adalah sebuah teknologi yang mengintegrasikan sistem mekanis secara non-stop. Sistem ini memprioirtaskan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Sayangnya, pada sisi lain, sistem itu membatasi output maksimum electric motor. Itu karena, electric motor berperan sebagai penopang kinerja engine konvensional yang aktif pada saat diperlukan.
Berbeda dengan model Hybrid trio Negeri Panda. Teknologi mereka menerapkan sebuah konfigurasi seri-paralel berkonsep Dedicated Hybrid Transmission (DHT), sebuah sistem Hybrid khusus.
Teknologi ini lebih mengaktifkan sistem elektrifikasi. Engine konvensional berperan sebagai generatornya dan pola kerjanya efisien.
Umpamanya The Blue Core HEV milik Changan Automobile. Teknologi ini mengandalkan dual electric motor yang dilengkapi sejumlah fitur mode operasional. Di antaranya, full electric mode saat kendaraan melaju dalam kecepatan rendah.
Saat berakselerasi dan melaju kencang, dual electric motor ditopang sistem penggerak engine konvensional.
Perbandingannya dengan teknologi THS, varian Hybrid asal China, mayoritas menggunakan electric motor yang lebih gahar, yakni sekitar 130-180 Kilo Watt (KW) atau sekitar 177-240 horse power.
Uniknya, dalam kondisi tertentu, rasio konsumsi bahan bakar saat pemakaiannya di wilayah perkotaan, super irit. Yaitu, hanya butuh 2-3 liter untuk wara-wiri sejauh 100 kilo meter.
Isunya, model-model Hybrid brand Changan, Geely, dan Chery, rilis tahun ini. Kita tunggu saja perkembangannya. (win/*)

