Bulog Punya Modal Kuat untuk Penyerapan, Berapa Nominalnya? Sang Bos Sebut Angkanya

Publikasi:

PENTAS.TV — BANDUNG, Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, tentunya, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) punya misi dan tugas yang tidak ringan.

Yakni, mengakselerasi dan memperkokoh ketahanan pangan nasional, baik stok maupun harga komoditas, utamanya beras, demi tercapainya swasembada.

Satu caranya, secara gencar dan tiada henti-hentinya, Perum Bulog melakukan pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras petani, serta sejumlah komoditas lainnya, di antaranya jagung pakan.

Tentunya, agar proses pengadaan dan penyerapan tersebut optimal, Perum Bulog memerlukan dukungan finansial yang kuat

Nah, berkaitan dengan hal itu, kini, Perum Bulog punya modal kuat untuk lebih mengoptimalkan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras, termasuk jagung pakan.

Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, pihaknya disuntik permodalan oleh pemerintah berbentuk anggaran penyerapan, tidak hanya beras atau gabah kering setara beras, tetapi juga jagung pakan.

“Nominal anggaran pemerintah untuk penyerapan  yakni Rp68,6  triliun,” tandas purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini, sesuai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di tempat kerjanya.

Masifnya nominal anggaran itu, tegas dia, pihak ya manfaatkan sebagai fasilitas penunjang untuk mengoptimalkan penugasan pemerintah, berkenaan dengan penyerapan hasil pertanian domestik sebagai daya dukung terakselerasinya  ketahanan dan stabilitas pangan demi tercapainya swasembada.

Hingga 13 April 2026, ungkap Ahmad Rizal Ramdhani, persentase penyerapan dan pengadaan beras yakni 48,7 persen target atau sekitar 1,9 juta ton. Sedangkan target tahun ini, ujar dia, tuturnya, yakni 4 juta ton.

Lalu, berapa banyak stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ahmad Rizal Ramdhani menjawab, angkanya pada level 4,27 juta ton.

Pihaknya optimistis, cetus dia, apabila memperhatikan proses penyerapan yang terus bergulir, stok CBP bisa berada pada level 5 juta ton.

Mengenai penyerapan jagung pipil atau jagung pakan, Ahmad Rizal Ramdhani menginformasikan, hingga 5 April 2026, volumenya sebanyak 131.673 ton.

“Penyerapan dan pengadaan jagung pakan pun terus kami lakukan. Ini pun sebagai upaya kami demi memperkuat ketahanan dan stabilitas pangan nasional,” tutupnya. (win/*)

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Cuma 10 Unit! Defender Trophy Rp 3,4 M Ini Bikin Kolektor Auto Berebut

Pentas.TV, - Setelah meluncurkan versi facelift Defender 2026 pada...

Mengenal Waterbuck: Antelop Raksasa yang Melawan Predator dengan Cara Tak Biasa

Waterbuk (kobus ellipsrymnus) adalah antelop besar yang umum ditemukan...

Stella: Peluang Kerja di Luar Negeri Terbuka Lebar dan Aman, Skill SDM Disiapkan LPT Panghegar

Pentas.TV-Bandung,  Peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar...

Seperti Mobil, Pasar Sepeda Motor Nasional pun Lesu? AISI Ungkap Faktanya

PENTAS.TV - BANDUNG, Perkembangan performa dan kinerja berbagai sektor...