Mengenal Waterbuck: Antelop Raksasa yang Melawan Predator dengan Cara Tak Biasa

Publikasi:

Waterbuk (kobus ellipsrymnus) adalah antelop besar yang umum ditemukan di Afrika Sub-Sahara. Ia tergolong dalam genus kobus dari keluarga Bovidae. Habitat Waterbuck meliputi semak belukar dan sabana yang berada di dekat sungai, danau, dan lenmbah.

Karena ketergantungan mereka pada padang rumput dan sumber air, distribusi waterbuck tersebar jarang di sepanjang ekoton, yaitu area peralihan antara dua ekosistem berbeda. Terdapat dua subspesies waterbuck, yaitu Common Waterbuck atau Ellisiprymnus, dan Defassa Waterbuck. Kedua subspesies ini memiliki perbedaan fisik yang jelas, dengan common waterbuck lebih tinggi dibandingkan Defassa.

Ciri khas yang membedakan keduanya adalah cincin rambut putih di bagian pantan, di mana pada common waterbuck berbentuk lingkaran berongga, sedangkan pada defassa waterbuck tertutup rambut putih. Waterbuck termasuk antelop dengan bobot yang cukup berat. Jantan biasanya memiliki berat antara 198-262 kg, sementara betina memiliki berat sekitar 161-214, ekornya berukuran antara 22 hingga 44 cm.

Waterbuck memiliki tubuh yang kokoh dengan bulu lebat berwarna cokelat kemerahan hingga abu-abu yang semakin gelap seiring bertambahnya usia, terutama pada jantan. Meskipun terlihat tebal, bulu mereka sebenarnya cukup jarang kecuali pada bagian leher yang lebih panjang dan padat. Wajah waterbuck memiliki ciri khas berupa moncong putih, alis tipis, serta bagian dalam telinga yang lebih terang. Ada juga tanda krem pada tenggorokan yang dikenal sebagai “bib”.

Waterbuck memiliki leher yang panjang serta kaki pendek dan kuat berwarna hitam. Betina memiliki dua putih susu dan tidak memiliki kelenjar inguinal. Tanduk waterbuck jantan berbentuk spiral, melengkung ke belakang lalu ke depan, dengan panjang antara 55 hingga 99 cm. Meski betina tidak memiliki tanduk, kadang ditemukan tonjolan tulang di tengkoraknya. Waterbuck sangat bergantung pada air dan tidak bisa bertahan dari dehidrasi dalam cuaca panas, sehingga mereka tinggal di dekat sumber air.

Waterbuck juga sering menjelajah lebih jauh ke hutan selama masih dekat dengan air. Waterbuck adalah pemakan rumput, buluh, dan alang-alang. Waterbuck hidup berkelompok dalam kawanan yang terdiri dari 6 hingga 30individu, terdiri dari betina dengan anaknya atau kelompok pejantan muda. Jantan mulai menunjukkan perilaku teritorial pada usia 5 tahun, namun baru mencapai puncaknya di usia 6 hingga 9 tahun.

Perkembangan waterbuck terbilang lambat dibandingkan antelop lainnya. Jantan mencapai kematangan seksual pada usia enam tahun, sementara betina sudah matang dalam dua hingga tiga tahun.

Betina bisa mulai hamil sejak usia dua setengah tahum, dan tetap bereprosuksi selama sekitar sepuluh tahun. Di daerah khatulistiwa, perkembangbiakan berlangsung sepanjang tahun, namun di daerah seperti Sudan, perkawinan berfsifat musiman, dan betina biasanya melahirkan satu ekor anak.

Saat mendekati kelahiran, betina yang hamil mengisolasi diri. Anak waterbuck mampu berdiri dalam waktu setengah jam setelah lahir. Induk dan anaknya berkomunikasi melalyi suara embikan atau dengusan, dan anak di sembunyikan hingga dua bulan sebelum mulai mengikuti induknya.

Meskipun tidak memiliki tanduk, induk waterbuck akan dengan agresif melindungi anaknya dari predator. Anak waterbuck di sapih pada usia delapan bulan, setelah itu mereka bergabung dengan kelompok anak waterbuck yang seumurannya. Betina muda tetap bersama induknya dalam kawanan pembibitan atau bisa juga bergabung dengan kelompok bujangan.

Jantan muda akan diusir dari kawanan saat mulai tumbuh tanduk dan bergabung dengan kawanan bujangan. Jantan dewasa bersifat teritorial, dengan wilayah yang berkisar antara 4 hingga 146 hektar. Jantan satelit yang belum memiliki wilayah sendiri sering kali diperbolehkn berada di dalam wilayah jantan teritorial, meski kadang bisa merebut wilayah tersebut.

Waterbuck adalah hewan pendiam yang menggunakan respons flahmen untuk komunikasi visual dan suara dengusan sebagai alarm. Mereka sering masuk ke dalam air untuk melarikan diri dari predatpr seperti singa, hyena, dana buaya Nil. Meski demikian, hewan ini juga dapat melawan predator dengan kekuatan fisiknya.

Masa hidup waterbuck bisa mencapai 18 tahun di alam liar dan bisa mencapai 30 tahun di penangkaran. Menurut IUCN, Waterbuck termasuk dalam kategori Least Concern, namun defassa waterbuck berada di status Near Threatned yang artinya hampir terancam punah.(Aan/*)

Editor: Sulhan

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Bulog Punya Modal Kuat untuk Penyerapan, Berapa Nominalnya? Sang Bos Sebut Angkanya

PENTAS.TV -- BANDUNG, Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara...

Stella: Peluang Kerja di Luar Negeri Terbuka Lebar dan Aman, Skill SDM Disiapkan LPT Panghegar

Pentas.TV-Bandung,  Peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar...

Seperti Mobil, Pasar Sepeda Motor Nasional pun Lesu? AISI Ungkap Faktanya

PENTAS.TV - BANDUNG, Perkembangan performa dan kinerja berbagai sektor...

85 Lembaga Antri Kelola Kebun Binatang Bandung, Siapa Paling Layak ?

PENTAS.TV, Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa proses penataan dan pengelolaan...