Pentas.TV,– Penggunaan motor listrik bergaya trail seperti EMMO JVX GT sebagai kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai perhatian. Pasalnya, kendaraan tersebut akan digunakan oleh petugas lapangan, termasuk kalangan ibu-ibu.
Secara tampilan dan desain, motor ini mengusung gaya trail yang identik dengan medan berat. Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah kendaraan seperti ini benar-benar cocok digunakan oleh pengendara perempuan, khususnya yang terbiasa menggunakan motor skuter matik?
Selain JVX GT, Badan Gizi Nasional (BGN) juga disebut menghadirkan alternatif lain, yakni EMMO JVX Max yang memiliki desain lebih ramah pengguna seperti skutik pada umumnya. Namun, hingga kini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) model tersebut belum tercantum dalam laman P3DN.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, menjelaskan bahwa motor trail sebenarnya memiliki keunggulan dari sisi fungsional. Kendaraan ini memang dirancang untuk menghadapi medan berat, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang menjadi target distribusi program MBG.
Namun demikian, dari sisi ergonomi dan kenyamanan, motor jenis ini dinilai kurang ideal untuk sebagian pengguna. Terutama bagi pengendara perempuan atau ibu-ibu yang terbiasa menggunakan motor matik dengan posisi berkendara yang lebih santai dan praktis.
Selain itu, faktor budaya dan kebiasaan juga menjadi pertimbangan. Pengendara yang mengenakan busana tertentu, seperti pakaian muslim, cenderung lebih nyaman menggunakan skutik dibandingkan motor dengan desain tinggi seperti trail.
Lebih lanjut, Yannes menilai bahwa pemilihan motor seperti JVX GT memang dapat dibenarkan secara teknis. Namun, akan lebih optimal jika pemerintah mempertimbangkan keberagaman pengguna di lapangan.
Menurutnya, solusi yang lebih ideal adalah dengan menerapkan kombinasi armada, misalnya pembagian antara motor trail dan skuter matik. Pendekatan ini memungkinkan penyesuaian berdasarkan kondisi wilayah serta preferensi pengguna, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi kerja petugas MBG.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada kapasitas baterai motor listrik tersebut. Dengan tenaga yang relatif besar, baterai yang digunakan pada JVX GT dinilai masih terbatas. Hal ini berpotensi memengaruhi jarak tempuh kendaraan, terutama saat digunakan untuk membawa muatan dalam aktivitas distribusi harian.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemilihan kendaraan operasional tidak hanya soal kemampuan menghadapi medan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kenyamanan dan kebutuhan nyata para penggunanya.(Aan/*)

