Kopi yang ‘Ikut Rapat’: Kisah Unik dari Ajang Konferensi Asia Afrika 1955

Publikasi:

Pentas.TV – Bandung, Diseruput oleh puluhan kepala negara, Kopi Aroma menjadi penawar kepenatan selama Konferensi Asia Afrika 1955. Kopi Aroma yang hadir di Bandung sejak 1930 ternyata menjadi salah satu menu istimewa pada perhelatan besar 71 tahun yang lalu.

Hal ini terungkap saat Tim Redaksi melakukan diskusi dengan generasi kedua pemilik pabrik Kopi Aroma, Widya Pratama Tanara, 74 Tahun. Menurutnya, orangtuanya bercerita bahwa tahun 1955 menjadi tahun tersibuk bagi Kopi Aroma. Pengiriman kopi ke pelanggan mereka seperti ke hotel-hotel harus dikirim tepat waktu. “Ayok cepat kirim, sebelum jalan ditutup”, ujar Wid, panggilan akrabnya menirukan ucapan ayahnya memerintahkan karyawan untuk mengirimkan kopi ke hotel Savoy Homann, Preanger, Panghegar dan lainnya.

Seketika itu karyawan yang ditugaskan mengantar kopi langsung mengayuh sepedanya untuk mengantarkan pesanan ke hotel-hotel pelanggan setia Kopi Aroma. Di hotel-hotel tersebutlah puluhan kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika 1955 menginap.Cerita Koi Aroma ini menjadi bagian dari menu penutup sarapan pagi atau menu penghilang penat ketika anggota delegasi rapat membahas masa depan negara-negara Asia dan Afrika. Menurut Widya memang keluarganya tidak menyangka bahwa kopi Aroma yang dikirim pada waktu itu juga diminum oleh para kepala negara yang hadir.

Seperti diketahui, Soekarno sebagai presiden meminta menu-menu yang dihadirkan di KAA 1955 haruslah mencerminkan Indonesia. Tak heran bila menu tradisional seperti Colenak Murdi Putra, Sate dan Gulai Bajuri dan tentunya Kopi Aroma dan camilan lainnya hadir di panggung KAA 1955.
Soekarno ingin menu-menu tradisional ini menjadi alat diplomasi pangan di panggung dan internasional.(Aan/*)

Editor: Singgih

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Idul Adha-Waisak: Ini Commuter Line Terfavorit, KCI Ungkap Volume Penumpangnya 

 PENTAS.TV BANDUNG, Kehadiran kereta sebagai moda transportasi massal benar-benar...

Konflik Timur Tengah Bikin Penjualan Toyota dan Honda Lunglai

PENTAS.TV -BANDUNG, Dampak negatif  konflik geopolitik di Timur Tengah,...

Idul Adha-Waisak: Kereta Kian Favorit, Penumpangnya  Luber, Bandung Destinasi Primadona

PENTAS.TV - BANDUNG, Status sebagai moda transportasi publik terfavorit...

Catat, Ini Harga Baru BBM Non-Subsidi Terbaru, Pertalite Berapa?

PENTAS TV - BANDUNG,  Beragam dinamika yang terjadi selama...