Keunikan Rusa Sambar Dan Masa Hidupnya

Publikasi:

Pentas.TV, Rusa Sambar adalah salah satu spesies mamalia yang ditemukan di kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER) di Semenanjung Kompor. Rusa ini tersebar di sebagian besar Asia Selatan hingga utara lereng selatan Himalaya di Nepal, Bhutan, dan India, serta di daratan Asia Tenggara termasuk Burma, Thailand, Indochina, Semenanjung Malaya, Indonesia (Sumatra dan Kalimantan), Taiwan, dan Cina Selatan termasuk Hainan.

Rusa sambar lebih menyukai semak dan rumput berdaun lebat, meskipun jenis semak dan rumput ini bervariasi tergantung lingkungan karena wilayah jelajahnya yang luas di Asia. Luas wilayah jelajah mereka bisa berbeda-beda, namun di India, area tersebut tercatat seluas 3.700 hektar untuk rusa jantan dan 740 hektar untuk rusa betina sepnajng tahun.

Saat ini, ada tujuh subspesies rusa sambar yang diidentifikasi, masing-masing tersebar di lokasi yang berbeda di Indonesia, terdapat subspesies R.u. kuda atau Sambar melayu yang ditemukan di Sumatra, dan R.u. swinhoii atau Sambar Formoa yang juga ada di Inonesia. Subspesies lainnya meliputi R.u. brookei di Kalimantan, R.u. combojensis di daratan Asia Tenggara, R.u. unicolor di India, Bangladesh, dan Sri lanka, R.u. dejeani di Tiongkok Selatan dan Barat Daya, serta R.u. hainan di pulau Hainan, Tiongkok.R.u. boninensis atau Sambar Bonin, yang telah punah, sebelumnya di temukan di Jepang (Kepulauan Bonin).

Rusa Sambar Sumatera yang tinggal di Semenanjung Melayu dan Sumatera, serta Rusa Sambar Kalimantan, tampaknya memiliki tanduk terkecil jika dibandingkan dengan proporsi tubuh mereka. Rusa Sambar Formosa adalah subspesies terkecil dengan proposi tanduk-tanduk mirip rusa sambar Cina Selatan. Subspesies Rusa Sambar di India dan Sri Lanka merupakan yang terbesar dalam genus ini, dengan tanduk terbesar baik dalam ukuran maupun proporsi tubuh. Rusa sambar Cina Selatan dan Cina daratan Asia Tenggara mungkin berada di urutan kedua dalam hal ukuran, dengan tanduk sedikit lebih kecil dibandingkan Rusa Sambar India.

Rusa Sambar bersifat nokturnal atau krepustukular. Rusa jantan umumnya hidup sendirian hampir sepanjang tahun, sedangkan rusa betina berada dalam kawanan kecil yang terdiri dari sekitar 16 ekor. Di beberapa tempat, kawanan rata-rata hanya terdiri dari tiga hingga empat ekor, biasanya terdiri dari seekor rusa betina dewasa, anak rusa terbarunya, dan mungkin seekor rusa betina muda.

Rusa Sambar umumnya memiliki tinggi antara 100 hingga 160 cm dan dapat berbobot hingga 545 kg. Meskipun biasanya bobotnya berkisar antara 100 hingga 350 kg. Subspesies di bagian barat cenderung lebih besar dibandingkan dengan yang timur. Rusa betina umumnya lebih kecil dibandingkan rusa jantan. Hanya rusa jantan yang memiliki tanduk, yang terbagi menjadi tiga cabang dan umumnya mencapai 110 cm pada rusa dewasa. Rusa sambar menanggalkan tanduknya setiap tahun, biasanya setelah musim kawin.

Rusa sambar memiliki bulu kersang berwarna cokelat kekuningan atau abu-abu gelap. Walaupun warna bulunya biasanya seragam, beberapa subspesies memiliki bagian bulu berwarna coklat di bawah dan belakang tubuhnya.

Rusa sambar memiliki surai kecil namun tebal, yang lebih jelas pada rusa jantan. Ekor mereka relatif panjang dan umumnya berwarna hitam di bagian atas dan keputihan di bagian bawah. Walaupun rusa ini lebih suka tinggal di rerumputan dan semak rimbun, preferensi ini tergantung pada lingkungan spesifik tempat tinggalnya.

Rusa Sambar hampir selaku berada dekat dengan sumber air dan diketahui pandai berenang. Ketika menghadapi pemangsa, rusa sambar akan berlari menuju air untuk melindungi diri. Mereka dapat mendeteksi pemangsa berkat pendengaran dan penciuman yang tajam serta bisa menyerang pemangsa di air yang dangkal.

Meskipun rusa sambar betina tidak memiliki tanduk, mereka sangat protektif terhadap anaknya dari pemangsa, sifat yang umum di antara rusa. Spesies ini umumnya aktif saat cahaya temaram seperti fajar dan senja, dan terkadang mencari makan di malam hari jika lapar.

Rusa Sambar adalah herbivora yang memakan rumput dengan menggunakan gigi untuk memotong rumput, bukan mencabutnya dari tanah, sehingga mereka cenderung memilih tunas atau rumput muda yang empuk. Bekas gigitan mereka mudah terlihat di hutan.

Rusa jantan menandai wilayah mereka dengan menggunakan air kencing, mengaduk tanah yang telah dikencingi dengan tanduk mereka, dan kemudian menggosokkan tanduk kebatang pohon. Mereka memiliki kemampuan bipedal yang sangat baik dibandingkan spesies rusa launnya dan memanfaatkan kemampuan ini untuk berdiri dan menandai pohon-pohon di sekitar dengan tanduk mereka.

Rusa sambar betina mencapai kematangan seksual pada usia sekitar dua tahun. Walaupun mereka dapat kawin dan bereproduksi sepanjang tahun, periode kawin biasanya terjadi antara September dan Januari. Masa kehamilan rusa betina sekitar delapan bulan, dan anak biasanya melahirkan satu anak. Anak-anaknya mulai makan makanan padat pada usia 5 hingga 14 hari dan tinggal bersama induknya selama 1-2 tahun. Di penangkaran, rusa sambar dapat hidup hingga 28 tahun, meskipun di alam liar jarang bertahan lebih dari 12 tahun.

Rusa sambar (Rusa Unicolor) adalah rusa besar yang berasal dari benua India, Cina selatan, dan Asia Tenggara, yang terdaftar sebagai spesies rentan dalam Daftar Merah IUCN sejak 2008. populasi mereka menurun drastis akibat perburuan, konflik lokal, dan eksploitasi habitat secara industri.(Aan/*)

Editor: Singgih

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Ogah  Operasional Kereta Terganggu Berbagai Kendala, KAI Inspeksi Seluruh Fasilitas, Begini Penjelasannya

PENTAS.TV - BANDUNG, Beragam kendala, baik teknis maupun non-teknis,...

Sekda Jabar dan Kandang Jepit

Pentas.TV-Bandung, Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman pada kunjungan dadakannya...

Partner Bank BJB Bertambah, Kali Ini Jabat Erat PT Taspen, Apa Bentuk Kolaborasinya?

PENTAS.TV - BANDUNG, Demi terciptanya performa dan kinerja apik,...

Indosaku Kena Sanksi OJK Efek Ulah Debt Collector, Bentuknya: Denda Ratusan Juta Rupiah

PENTAS.TV - BANDUNG, Sikap tegas ditunjukkan lembaga-lembaga pemerintah tatkala...