
PENTAS.TV – BANDUNG, Meski secara umum, perekonomian nasional belum stabil akibat terpengaruh dinamika global, di antaranya konflik geopolitik di Timur Tengah, korporasi perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero), berhasil menorehkan performa dan kinerja apik.
Dalam keterangannya, Hery Gunardi , Direktur Utama PT BRI Tbk (Persero), mengungkapkan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung 10 April 2026, menyetujui adanya pembagian dividen tunai Tahun Buku s2025 bernominal Rp52,10 triliun .
Nilai dividen tunai Tahun Buku 2025 tersebut, jelasnya, melebihi 90 persen perolehan laba 2025, yang nominalnya Rp57,13 triliun.
“Pembagian dividen tunai bernilai Rp52 10 triliun itu mencakup dividen interim yang proses pembayarannya terealisasi beberapa waktu lalu,” papar Hery Gunardi.
Bicara soal kinerja, Hery Gunardi mengklaim, hingga akhir 2025, pihaknya membukukan performa apik.
Dia memamerkan bahwa kekayaan perbankan berkode emiten BBRI ini, yakni, dalam bentuk aset, semakin berlimpah.
Pada Desember 2025, kata dia, pihak ya memiliki aset bernilai Rp2.250 triliun, atau bertambah 7,2 persen secara tahunan.
Kepercayaan publik pun semakin positif. Hal itu, sambungnya, tercermin pada semakin banyaknya pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang hingga Desember 2025, bernilai Rp1.555 triliun, lebih banyak 9,4 persen daripada realisasi hingga triwulan IV 2024.
Selain itu, lanjutnya, hingga Desember 2025, pihaknya menyalurkan kredit atau pembiayaan bernilai super masif, yakni Rp1.562 triliun.
Penyaluran termasif, tambahnya, yakni pada segmen Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM). Nominalnya, tutur Hery Gunardi, yakni Rp1.211 triliun. (win/*)

