Kebuntingan Sapi BX Capai 73 Persen

0
38

KBB – Kegiatan pendampingan kepada para peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang berhasil meningkatkan populasi dan menekan tingkat kematian sapi. Demikian dikatakan Ketua PMU, Rochadi Tawaf, saat menyampaikan laporan dalam kegiatan pemberian penghargaan kepada kelompok peternak sapi BX di Desa Cipongkor KBB, baru baru ini.
Ia menjelaskan, pendampingan yang dilakukan terhadap 3 kelompok fokus (di Kelompok Mekarmulya KBB, CadasSari Subang dan Mekarjaya Sumedang) dilaksanakan secara intensif selama 6 bulan, sejak bulan desember 2019 lalu.
“Sejak kami ,PMU dan satgas di tingkat kabupaten, anggota PC ISPI Jabar-1, ditunjuk oleh PB ISPI untuk melakukan pendampingan pada bulan desember, kami melakukan Rapid Apraisal terhadap 24 kelompok peternak penerima sapi BX di 9 Kabupaten di Jawa Barat. (KBB, Cianjur, Subang, Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran dan Sumedang,” papar Rochadi.
Hasilnya, kata dia, Peningkatan populasi sebesar 5,26 %, Bunting Kawin Alam 0,55%, Kematian 7,7%, BCS-1 : 2,3 % , Kelahiran 14,96%, BCS-2 :22.09%, Bunting IB 8,03%, BCS-3 73,8% dan BCS-4 : 1.74%. Menurutnya, manajemen pengelolaan dilakukan sangat sederhana, defisien pakan, sulit bunting, tidak ada sarana pengelolaan pakan, tidak memiliki pengalaman beternak khususnya sapi BX, tidak cukup biaya dan banyak anggota yang mundur.
Dalam kesempatan tersebut, Rochadi juga menyampaikan Masalah, kendala pokok yang berhasil dentifikasi dan solusi diantaranya, keterbatasan pembiayaan dapat diatasi degan solusi bantuan sifatnya stimulan dan sharing pembiayaan. Sementara dari kondisi ekseternal, lanjt dia, bantuan yang maasih identik gonimah, sehingga diatasi dengan solusi, bahwa sapi ini merupakan titipan negara atau uang rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat.
“Kami juga melakukan kerjasama dengan Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan Cikole Lembang DKPP provinsi Jawa Barat dan Fapet Unpad untuk melatih 24 anggota kelompok Peternak pada tanggal 4 dan 5 Februari 2020. Dengan materi pokok Biotek Pakan, manajemen reproduksi, manajemen pengelolaan usaha, pengelolaan limbah dan organisasi kelompok,” tambahnya.
Rochadi juga menyampaikan mengenai hasil yang dicapai yakni, dari sisi aspek teknis yaitu Kelompok Mekar Mulya KBB, mencapai tingkat kebuntingan 73,3%, kematian ternak 0% ..BCS lebih besar dari 3, Kelompok Cadas Sari KBB, mencapai tingkat kebuntingan 73,3%, kematian Ternak 0%. BCS lebih besar dari 2,5 dan kelompok Mekar Jaya Kab. Sumedang mencapai tingkat kebuntingan 66.67%, kematian ternak 0% BCS lebih besar dari 3
“Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada, Ditjen PKH Kementan, PB ISPI, Gapuspindo, PMO, Dinas DKPP, Dinas PKH dan yang menangani peternakan di tingkat Prov dan kab, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dan ISPI JABAR-1, dan kawan-kawan satgas, pendamping prov dan petugas lapangan yang telah berhasil melakukan pembinaan peternak,”pungkasnya. ***