Tiga Institusi Penyebab Kerusakan Lingkungan

Publikasi:

PENYAS.TV-BANDUNG, Direktur eksekutif Walhi jabar, Wahyudin menyebutkan tiga Institusi negara yang menyebabkan kerusakan parah di bidang lingkungan. Ketiga institusi tersebut yakni Perhutani, BKSDA, dan Perkebunan (PTPN).

Kang Iwang, panggilan akrabnya pada diskusi bersama media Kamis siang menyatakan kerusakan ini sudah terjadi sejak lama. Ini sudah terjadi semacam pembiaran oleh negara yang memperkosa hutan di Jawa Barat.

Ia menyebutkan angka 1,2 juta hektar hutan di Jawa Barat sudah porak poranda. Fungsi ekosistemnya sudah jauh menurun bahkan di sejumlah tempat sudah menjadi tempat wisata yang sangat ramai. “Kita melihat kerusakan sudah terjadi di semua kota kabupaten di Jawa Barat”, ungkapnya.

Ia mencontohkan ada sekira 250 Petambang emas liar di wilayah kabupaten Bogor. Padahal keberadaan mereka sudah diketahui sejak lama. “Ini juga seperti yang sengaja dibiarkan”, tegasnya.

Kerusakan yang disebabkan oleh tiga Institusi negara itu seperti melegalkan kerusakan hutan. Secara pelan tapi pasti sejumlah titik diubah fungsinya dari hutan perawan menjadi fungsi lainnya. Bahkan diubah menjadi objek wisata dengan bangunan yang sangat massif.

Iwang bercerita Walhi sudah melakukan protes keras ke pemerintah baik kota, kabupaten ataupun provinsi. Namun tidak ada perubahan yang signifikan. Perusakan tetap terus terjadi.

Ia juga menjelaskan hutan cagar alam sejatinya harus dijaga dengan sangat ketat. Jangankan mengubah fungsinya seperti membangun objek wisata atau bangunan yang massif, karena untuk orang yang memasuki kawasan tersebut harus mengantongi izin yang ketat.

“Tapi kan kita lihat sendiri kondisi kerusakan hutan di Jawa Barat hari ini “, ujarnya dengan nada berat.

Kerusakan parah yang terjadi saat ini sebenarnya bukan sebuah yang tiba-tiba. Kerusakan tersebut memang terjadi secara nyata sejak dahulu. Meski demikian Iwang tetap optimis perubahan harus terjadi ke arah yang lebih baik. Pihaknya masih yakin bahwa masih banyak institusi atau kelompok seperti kampung adat dan komunitas yang masih menjaga hutan agar tetap lestari.(GIH/*)

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Lengser, Ignasius Jonan Bukan Lagi Komisaris UD Tractors

PENTAS.TV - BANDUNG, Perubahan susunan manajamen sebuah korporasi, baik...

Harga Emas Masih Fluktuatif, Konflik Iran-AS Biang Keroknya

PENTAS.TV BANDUNG, Banyak faktor yang berpengaruh pada stabilitas ekonomi,...

Jalak Bali Made in Bandung, Siap Kuasai Langit Pulau Dewata

Pentas.TV-Bandung, Sejumlah pekerja sibuk merawat bayi-bayi Jalak Bali. Burung...

Ini yang Dilakukan KAI Selama Momen Kenaikan Yesus Kristus: Sediakan 85.387Lembar Tiket Kereta

PENTAS.TV - BANDUNG, Berpredikat sebagai korporasi Badan Usaha Milik...