Jamu Antivirus Corona, Pasien Sembuh dalam Tiga Hari Tanpa Efek Samping

0
60

Bandung, Pentas  –  Tim Peneliti & Penemu Independen Afiliasi Nahdatul Ulama (TPPI-ANU) berhasil menciptakan Jamu Anti Virus Corona (AVC) yang telah teruji secara klinis. Ketua I TPPI-ANU, Asep Rukmana Jamu AVC ini sebagai bagian dari kepedulian mereka pada bangsa agar segera bisa terbebas dari pandemi Covid-19.

“Kami juga melakukan uji pencegahan kepada pejabat ASN Pemprov Jawa Barat yang secara sukarela menggunakan Jamu AVC ini”, kata Asep, melalui rilis yang diterima redaksi beritapriangan, Kamis, (14/05/2020).

Menurut Asep Rukmana, uji klinis selanjutnya adalah pengobatan yang dilakukan kepada tiga pasien dengan hasil Swab positif di RSKK BPSDM dan RS DUSTIRA. Setelah tiga hari pengobatan dengan menggunakan jamu AVC, dipastikan hasil Swab ke-1 dan Swab ke-2 menjadi negatif. Uji klinis di kedua rumah sakit ini dilaksanakan setelah tim TPPI-ANU menyampaikan paparan kepada Sekretaris Daerah Jawa Barat, Bapak Setiawan Wangsaatmaja, yang kemudian dilanjutkan dengan paparan kepada Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial (Yanbangsos) dan Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Barat pada 21 April yang lalu. “Hal yang sama kami lakukan secara informal dan hasilnya 100% berhasil,” Asep Rukmana menambahkan.

Ketua II TPPI-ANU, Arie Gifary menyampaikan bahwa jamu AVC merupakan hasil kerja keras segenap anggota tim peneliti TPPI-ANU selama berbulan-bulan, dengan dukungan dari berbagai pihak terkait. “Semua dedikasi dan kerja keras ini didorong oleh rasa keprihatinan dan kepedulian yang sama, yakni terkait kapan bakal berakhirnya pandemi ini, sementara vaksin belum juga ditemukan,” jelasnya.  Menurut Arie Gifary,  jamu AVC ini terbuat dari 100 persen bahan alami, dan diklaim tanpa efek samping dalam penggunaannya.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menindaklanjuti paparan kepada Sekda Jabar, Setiawan Wangasatmaja,” sambung Asep

Sementara itu, Ketua III TPPI-ANU, Sunarya mengatakan, terkait hasil uji klinis tersebut pihaknya juga telah mengkomunikasikan secara lengkap, dan bahkan kembali mendapatkan dukungan berupa komitmen untuk membantu proses BPOM di Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional (Kestrad) Kementrian Kesehatan.

“Harapan kami, Jamu AVC yang bahannya 100% alami dan tanpa efek samping ini, dengan bantuan semua pihak,  termasuk rekan-rekan media, bisa segera digunakan untuk mencegah dan mengobati covid-19 di Indonesia,”  Ketua IV TPPI-ANU, Yusuf Hamangku Rahayu, menyampaikan harapannya. “Adalah harapan kita semua agar badai pandemi ini segera berlalu, dan kita bisa kembali memaknai hari-hari kita secara lebih optimis lagi ke  depan,”   pungkasnya.***